Seleksi Awal “Olimpiade Sains Nasional” SMPIT Thariq Bin Ziyad

Thariq Bin Ziyad – Rabu, 5 Oktober 2016, dimana para ABRI merayakan hari nasional mereka. Tak mau kalah, murid-murid kelas 7 SMPIT Thariq Bin Ziyad mengikuti tes Olimpiade Sains Nasional atau yang biasa dikenal dengan sebutan OSN. OSN adalah ajang berkompetisi dalam bidang sains bagi para siswa pada jenjang SD, SMP, dan SMA di Indonesia. SMPIT Thariq Bin Ziyad mengadakan kegiatan ini di gedung SMPIT Thariq Bin Ziyad yaitu bertepatan di kelas masing-masing. Dimulai dari pukul 10.00 – 11.55 WIB.
Dalam OSN, terdapat tiga mata pelajaran yang akan diujikan, yaitu matematika, IPA, dan IPS. Soal matematika terdiri dari 30 butir, IPA 25 butir, dan IPS 75 butir. Seluruh murid kelas 7 harus memilih salah satu dari ketiga mata pelajaran tersebut. Sekolah kami mengadakan penyeleksian agar mendapatkan satu orang siswa yang akan mewakili sekolah. Satu siswa tersebut didapat dari tes seleksi OSN yang terakhir.
 Kelas-kelas yang mengikuti seleksi OSN:
Kelas 7 A = 26
Pengawas = Bu Dessy
Kelas 7 B = 26
Pengawas = Pak Faisal
Kelas 7 C = 27
Pengawas = Pak Budi
Kelas 7 D = 28
Pengawas = Pak Qimqim
Kelas 7 E = 20
Pengawas = Pak Husein
Kelas 7 F = 31
Pengawas = Bu Imma
Kelas 7 G = 31
Pengawas = Pak Marsidi
Kelas 7 H = 32
Pengawas =  Bu Dewi
Total siswa yang memilih matematika = 72 siswa
Total siswa yang memilih IPA = 71 siswa
Total siswa yang memilih IPS = 74 siswa
Total seluruh siswa yang mengikuti tes seleksi OSN = 217 siswa
(Monica Rafa, Fathya Syifa, Fawzia Ramadhani 9A)

 

 

Bagaimana Proses Berkurban di SMPIT Thariq bin Ziyad?

Udara pagi menyambut selasa, 13 September 2016. Di saat yang lain masih sibuk bergelung di bawah selimut, 2 sapi dan 5 kambing sudah bersiap untuk disembelih. Pukul 06.00 pagi di belakang ruang pak guru, sekitar tujuh orang dan satu algojo mulai menyembelih sapi pertama atas nama:
1. Pak Kalimi                    5. Ibu Ulan
2. Pak Kosim                    6. Pak Sunar Adi Wibowo
3. Pak Abdurahim           7. Mei Farah A. (8B)
4. Pak Husein.
Sapi kedua atas nama:
1. Ibu  Tukiyati                 5. Pak Wisnu
2. M. Keenant (8H)         6. Panca Putra Setia
3. Jobim Ahmed I. (7F)   7. Ronan Nazwan (9G)
4. Ibrahim Abrar (7F)
Ketika sedang disembelih, sapi pertama mengamuk dan hampir berdiri dengan kepala nyaris putus. Pun sapi kedua mengamuk saat kakinya diikat. Tapi akhirnya mereka berhasil disembelih.
 Setelah itu, gilliran kambing yang disembelih atas nama:
1. Deandra Nur A. (8C)
2. Ulayya Salma (9C)
3. M. Rizal Al-kahfi
4. Wiwin Subiati
 Penyembelihan berjalan lancar sampai pukul 07.30 pagi. Sapi dan kambing yang sudah disembelih dibawa ke lapangan kecil depan 9A. Beralaskan terpal biru, sapi dan kambing dikuliti dan dipotong. Kambing digantung di atas gawang dan dikuliti. Pak guru, Pak Satpam sampai para K3 ikut memotong. Pemotongan berlangsung lumayan lama. Semua sibuk dengan pisau atau kapak masing-masing.
Di sisi lain, ibu guru tak kalah semangat. Mereka mengolah dan meracik daging-daging yang sudah dipotong sambil mengobrol ringan. Biasanya mereka membuat sup daging yang nikmat dan hangat.

Selain diolah menjadi sup, 1/3 daging lainnya dimasukkan ke dalam kantong plastik kepada warga sekitar dan orang-orang yang membutuhkan.

Hukum berkurban adalah Sunah Muakad. Yaitu Sunah yang dianjurkan dengan penekanan yang kuat. Sifatnya, hampir mendekati Wajib.  Allah SWT berfirman dalam surah Al-Kausar: “Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri pada Allah)”. 

(FR & FAR/a)

 

WISUDA HAFIZH QUR’AN 2016 SMPIT TBZ

Wisudawan yang sedang duduk rapi sambil berdoa dan berdhikir (Dhiaulhaq Salman)


SMPIT Thariq bin Ziyad – Wisuda Al-Qur’an merupakan acara yang diselenggarakan sekolah untuk memberi motivasi lebih dan penghargaan kepada siswa-siswi yang sudah menghafalkan Al-Quran nya dalam setahun. Karena memang acara ini diselenggarakan setiap setahun sekali di Lapangan SMPIT Thariq bin Ziyad. Wisuda kali ini bertemakan “Al-Qur’an Benteng Utama dari Dekadensi Moral”. yang akan dibicarakan oleh Ustadz Dr. H. Atabik Luthfi, Lc, MA. (21/05/2016)
Wisuda Al-Qur’an ini dimulai dengan Tilawah oleh beberapa sahabat kita yaitu Sarah kelas 7A yang membacakan Surah An-Naba, Lutfi (8F) Surah Al-Muzzamil, dan Ka Nadia (9A) Surat Ar-Rahman. 
Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang mereka bacakan membawa hawa-hawa positif bagi kami yang menyebabkan kami menjadi lebih bersemangat dan tidak ngantuk tentunya. Karena acara selanjutnya adalah Tausiyah dari Ustadz Atabik Luthfi.
Sebelum beranjak kesitu, mungkin dari kalian masih banyak yang belum mengerti apasih  “Dekadensi Moral” itu. Dekadensi Moral itu adalah suatu bentuk penurunan sikap atau moral yang disebabkan oleh faktor-faktor tertentu. Seperti Pengaruh Budaya Asing yang tak baik, salah bergaul, media-media yang merusak otak, pesatnya perkembangan teknologi, dan kurangnya pengetahuan agama.
Kenapa pesatnya perkembangan teknologi itu bisa menyebabkan Dekadensi Moral? Karena disamping banyaknya manfaat yang ada, teknologi bisa menjadi penghancur umat Islam secara tidak langsung. Kita ambil contoh saja, dulu anak-anak muda setelah sholat magrib sibuk mengaji, tapi sekarang mereka lebih sering memegang gadgetnya daripadanya Qur’annya. Itu hanya sedikit contoh bahwa teknologi dapat menyebabkan Dekadensi Moral.
Di Tausiyah Ustadz Atabik Luthfi, beliau menyampaikan bahwa 
“Al-Qur’an merupakan Hisnul Hasyim yang berarti bentengnya para benteng. Itu terdapat dalam Surah Asy-Syura ayat 52, ‘Dan demikianlah kami wahyukan kepadamu wahyu (Al-Qur’an) dengan perintah kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al-Kitab (Al-Qur’an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi kami jadikan Al-Qur’an itu cahaya, yang tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki diantara hamba-hamba kami. Dan sesungguhnya kami benar benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus’ Jadi selain kita harus menghafalkannya kita juga harus memahami isi kandungan dari Al-Qur’an tersebut”
Setelah itu ada beberapa sambutan dari kepala sekolah SMPIT Thariq bin Ziyad , Pak Kalimi. Kata-kata beliau yang paling saya ingat adalah “Menghafal itu gampang, cuma.. ‘menjaga’ hafalan itulah yang susah. Jadi bapa mengingatkan kepada semua yang ada disini, Ayoklah sama-sama mungkin abis magrib atau yang penting pas dirumah lah. Setor hafalan yang sudah kalian hafalkan ke orang tuamu. Orang tua juga dimohon kerjasamanya karena ini penting sekali”
Tak begitu berbeda dengan “Thariq Carnival” di Wisuda Qur’an kali ini juga ada loh bintang tamu nya. Ya tentunya masih yang berbau islami islami gitu. Inilah dia saya perkenalkan bintang bintang tamunya.
– Bintang Tamu yang pertama datang dari kelas 8A.
 
Dari kiri ke kanan ( Sasha, Hanaa, Zamaya, Enggar, Nida ) Mereka bersenandung Asmaul Husna. 

– Bintang tamu yang kedua datang dari kelas 8B. 
Dari kiri ke kanan ( Nyimas, Okta, Salsabila ) Mereka membawakan nasyid yang berjudul “Demi Matahari”

Setelah ada bintang tamu itu, tibalah kita ke penghujung acaranya. Yaitu Prosesi Wisuda tahun 2015/2016. Tidak susah, kita hanya duduk rapi seperti biasa dan menunggu nama kita dipanggil.  Bergiliran dari yang Hafalannya 1 Juz ( 30-29-27-28-1 ), 2 Juz ( 30&29, 29&27, 27&1, 28&1 ), 3 Juz, 4 Juz, 5 Juz, 6 Juz, Bahkan ada yang hafalannya sampai 7 Juz loh. Subhanallah sekali siswa-siswi SMPIT Thariq bin Ziyad ini. 

Setelah prosesi wisuda ada Ustadz Nur Kosim yang akan memimpin janji atau ikrar. Peserta dimohon untuk berdiri dan mengikutinya. Kemudian ada Pak Ma’mun Salman , Pak Kalimi, dan Ustadz Nur Kosim yang akan memberikan beasiswa untuk siswa-siswi yang berprestasi dalam hal menghafal Qur’an
Diantara beasiswa beasiswa berikut ada :
– Rp. 1.000.000,- Untuk yang hafalannya sudah 3 Juz
– Rp. 2.000.000,- Untuk yang hafalannya sudah 4 Juz
– Rp. 3.000.000,- Untuk yang hafalannya sudah 5 Juz
– Rp. 4.000.000,- Untuk yang hafalannya sudah 6 Juz
– Rp. 5.000.000,- Untuk yang hafalannya sudah 7 Juz.
Dan diantara semua itu ada yang hafalannya terbaik, dan juga tercepat dalam setahun. Ini dia nama-namanya :
– Juz 30, dengan total nilai sebesar 495, diraih oleh Muhammad Faiq Ilhaq 7E
– Juz 29, dengan total nilai sebesar 498, diraih oleh Izzan Musyafa 7H
– Juz 27, dengan total nilai sebesar 495, diraih oleh Sarah 7A
– Juz 2 , dengan total nilai “500′! , diraih oleh Ka Ashila 9A.
Waw, Subhanallah bukan? nilai-nilai ini diambil dari beberapa sisi, Untuk “Makhroj” diberi poin 20, Mad poinnya 15, Ghunnah poinnya 15, Lancar poinnya 50. Dan ada 3 sesi untuk diuji saat sertifikasi.
Yaitu ada :
– Membaca Surat Pilihan, disini kita bisa memilih terserah surah apa yang akan kita baca sampai si penguji memberikan isyarat stop.
– Melanjutkan ayat, disini kita akan diberi soal yang ayatnya berada di awal Juz, Tengah, Juz, dan Akhir Juz. 
– Yang terakhir adalah melanjutkaan Surah. Disini kita akan dites akhir ayat dari sebuah surah, dan kita harus melanjutkan ke surah berikutnya.
 
Dengan Hafalan tercepat dalam setahun disini ada Sarah dari kelas 7A.
Dia menghafal 3 Juz dalam setahun dan dia masih kelas 7. Bayangkan saja setahun bisa 3 Juz, jika dia masih ada 2 tahun lagi di Thariq, dia bisa menghafalkan 9 Juz untuk 3 tahun. Semoga dia bisa konsisten dalam menghafal Qur’an Ya Allah.. Aamiin
Mau tau ga si rahasianya apa? Dia sempat bilang kalo “Saya menghafal setengah halaman tiap harinya, dan motivasi saya selama menghafal adalah sangat sangat ingin membanggakan orang tua saya dengan menjadikan saya seorang Hafidhul Qur’an “
Subhanallah…
” Yok sama-sama Perbanyak hafalan Qur’an… Gapeduli tua atau muda selagi masih ada kesempatan, mau tunggu apalagi? ” 
(ANA)

Isti’anah Menghadapi UN


Beberapa hari menjelang UN, pada tanggal 4 mei 2016 para siswa dan siswi SMPIT Thariq Bin Ziyad kelas 9 mengikuti acara yang  diadakan oleh sekolah yaitu acara “Isti’anah”, permohonan maaf, doa restu, serta muhasabah diri menjelang UN yang akan diikuti siswa siswi kelas 9.




Saat itu perwakilan dari kelas 9 Nadhil Reza Ahmad mewakili siswa kelas 9 meminta maaf , sekaligus meminta doa kepada adik-adik kelas 7 dan 8 dengan membaca surat Al-Fatihah bersama-sama, setelah itu dilanjutkan dengan bersalam-salaman dengan adik kelas 7 dan 8.

Selanjutnya acara dilanjutkan di Aula, acara tersebut  di awali dgn sambutan dari kepala sekolah SMPIT Thariq Bin Ziyad Bapak Kalimi serta memberi motivasi kepada siswa siswi kelas 9 agar semangat dalam belajar, fokus dalam mengerjakan soal UN, dan juga untuk menjaga kesehatan mereka.
Beberapa pesan dan hal yang harus di jaga saat menjelang UN adalah :
         Selalu tawakal kepada Allah SWT
         Belajar dengan maksimal
         Selalu beribadah kepada Allah agar di berikan kemudahan

“Dalam Ujian Nasional nilai terbaik itu penting teteapi kejujuran adalah yang terpenting” ujar Pak Kalimi.

Dalam acara tersebut perwakilan dari wali murid ibunda dari Ayya 9B juga memberikan nasehat dan motivasi kepada calon peserta ujian nasional 2016.
Nasehatnya antara lain berisi :
  • ·       Selalu belajar dengan giat dan sungguh sungguh
  • ·       Bejuang dengan semangat untuk nilai terbaik
  • ·    Apabila kita belajar dengan sungguh sungguh kita akan mendapatkan nilai terbaik dan  mendapatkan SMA terbaik
  • ·        Percaya diri
  • ·        Menjaga dan memperbanyak amal shaleh kita

Acara dilanjutkan dengan pesan dan kesan dari perwakilan kelas 9 putra dan putri.

Ashila  perwakilan dari kelas 9 putri menyampaikan hal-hal sebagai berikut :
·       Berterimakasih kepada guru-guru yang telah mengajar dan membimbing selama 3 tahun ini, mengajar dengan semangat dan tanpa lelah membuat kita pandai dan menjadi lebih baik. Walaupun sulit diajar tetapi mereka selalu berusaha dan tanpa lelah.
·     Kunci keberhasilan adalah selalu semangat dan selalu berusaha mengejar mimpi kita.

Pewakilaan dari siswa kelas 9 putra yaitu Fahmi menyampaikan hal yg serupa :
   Berterima kasih atas bimbingan bapak ibu guru yang selalu berusaha mengajarkan dan memberikan berbagai ilmu.
    Jasa bapak ibu guru tidak pernah bisa tergantikan dengaan apapun
    Dan kami kita akan berjanji akan bertingah dan perilaku lebih baik


Dilanjutkan dengan motivasi dari ibu Tukiyati, yang berisi :

    Selalu semangat menjalankan apa yang kita inginkan.
    Mau tidak mau, suka tidak suka, siap tidak siap kita harus menjalankanya.
  Ketika seseorang memberikan suatu nasehat itu tidak berguna jika kita tidak menerimanya dengan sungguh sungguh.

Di akhir acara semua bersama-sama bermuhasabah diri dari apa yang telah kita perbuat , apa yang telah kita lakukan selama ini

Kita pinter, kitakaya, tetapi jika tidak ada keimanan kita bukan apa-apa
Kita tidak boleh sombong atas apa yang kita lakukan, tetapi kita harus bersyukur atas apa yang kita miliki.


‘’ The points to bein to being success are never  regret and always try ’’

(Ardya 8F)

Sensei Jepang Mampir ke SMPIT TBZ

SMPIT Thariq bin Ziyad- Sabtu, 30 April 2016. Extrakurikuler Bahasa Jepang yang dipandu oleh Reni sensei, mengundang Mirai Project dari Jakarta. Kedatangan Mirai Project yang dipimpin oleh Keiko sensei bertujuan untuk mengenalkan lagu anak anak dari Jepang dan berlatih berbicara Bahasa Jepang dengan orang jepang langsung. Pertama mereka memperkenalkan diri mereka dalam Bahasa Jepang, kami kurang mengerti jadi, Reni sensei menterjemahkannya ke dalam Bahasa Indonesia. Keiko sensei dan Sensei lainnya bisa sedikit berbahasa Indonesia. Lalu mereka mengajak kami untuk bernyayi lagu anak-anak yang berasal dari Jepang, yang diiringi oleh piano. Lagu yang kami nyanyikan antara lain berjudul ; Atama kata hiza pon lagu ini tentang bagian tubuh, Mirai lagu ini tentang masa depan, Shiawase nara ashi narasou atau yang lebih dikenal “jika kau senang hati tepuk tangan”, dan Doraemon no uta yang dikenal sebagai soundtrack film tentang robot yang berasal dari abad ke-22 yaitu, Doraemon. 


Sensei sedang menjelaskan peraturan dan cara bermainnya.
 Setelah bernyanyi, Keiko sensei dan Sensei lainnya mengajak kami bermain Furutsu basuketto. Cara bermainnya adalah pertama, Sensei membagikan kami ke-beberapa kelompok yang diberi nama dari buah buahan dalam Bahasa Jepang, lalu kami semua duduk dan membuat lingkaran besar dan ada satu orang yang dinamakan Gosuto dia yang berdiri di tengah tengah dan menyebutkan salah satu nama buah yang ada. Jika si-Gosutomenyebutkan Ichigo (Strawberry) maka kelompok Ichigo harus berpindah tempat duduk dari yang sebelumnya ke tempat yang lain. Namun jika si-Gosuto menyebutkan Furutsu basuketto kita semua harus pindah tempat duduk dari yang sebelumnya ke tempat yang lain. Jika ada yang tidak mendapatkan tempat duduk dia yang akan menjadi Gosuto. Kami sangat menikmati permainan ini, karna kami bisa menambah beberapa kosa kata baru dalam Bahasa Jepang.
Salah satu sensei juga ikut bermain dalam permainan ini


Sebelum para sensei berpamitan pulang, mereka mengadakan sesi tanya jawab bersama kami semua. Sayangnya, tidak banyak yang bertanya. Namun salah satu teman kita Dinda, dari 8A bertanya “Apakah sensei pernah ke disneyland?” dalam Bahasa Indonesia, yang kemudian diterjemahkan oleh Reni sensei ke dalam Bahasa Jepang. Lalu salah satu senseinya menjawab “Hai, ichido” yang artinya “Iya, pernah“. Setelah itu kami semua berfoto dengan para sensei dari Mirai Project. “Aku senang mereka bisa datang ke Thariq, karena dengan kedatangan mereka aku bisa lebih mengenal Jepang lewat lagu anak-anak dan permainan anak-anak disana ^ ^” ujar Huwaida 8C.

 (WAA)

“THARIQ CARNIVAL” Ajang Menggali Bakat Siswa-siswi SMPIT Thariq Bin Ziyad

Pak Kalimi selaku Kepala Sekolah yang sedang membawakan Sambutan kepada Siswa-Siswi SMPIT Thariq Bin Ziyad (Dhiualhaq Salman Al-Farisi)
SMPIT Thariq Bin Ziyad- Thariq Carnival adalah salah satu event dari sekian banyaknya event di sekolah kami. Event ini diselenggarakan oleh Osis yang akan dilaksanakan setiap tahunnya.Tema Thariq Carnival 2016 adalah “Explore Millenium Years 2000-2999”. Event ini diadakan di sekolah kami sendiri tepatnya di Lapangan Basket + Futsal pada Senin-Selasa (25-26/4/2016).

Thariq Carnival ini mempunyai banyak tujuan. Salah satunya adalah menjadi mesin yang tugasnya adalah untuk menggali bakat -bakat yang dimiliki oleh siswa-siswi SMPIT Thariq bin Ziyad ini. Jadi saat sekolah kami di undang untuk acara O2SN / FLS2N kita sudah ada kandidat-kandidatnya. Tinggal di matangkan lagi untuk di seleksi.

Tentunya event yang baik, akan mengawali nya dengan cara yang baik juga. Dengan cara dan kebiasaan kami. Yaitu Tilawah Al-Quran yang diwakili oleh sahabat kita Anas dari kelas 7E  & Naya dari kelas 7… Baru setelah itu Pak Kalimi dan Bu Ulan membuka event ini dengan cara yang simbolis. Bismillahiraahmaanirrahim..

Hari pertama nya Full diisi oleh Lomba-Lomba seperti : MHQ, pensi, drama sunda, menghias mading, kaligrafi, recycle, pildacil, speech contest, workshop science, dan yang terakhir adalah enterpreneur. untuk MHQ, pildacil,pensi, dan speech contest akan diadakan babak seleksi, baru selanjutnya akan tampil di final untuk perebutan juara 1, 2, dan 3.

Tidak berhenti di situ, masih ada hari kedua yang akan diisi oleh pensi dan juga banyak bintang tamu yang keren-keren. Penasaran siapa orangnya? Let’s check it out…

Pertama, ada Fadlan dari kelas 8F yang akan perform Gitar yang lagunya berjudul “River Flows in You”. https://www.youtube.com/watch?v=lrF814OnFQ4
Lalu Kedua, 
ada Intan (8A), Nyimas (8B) dan Anandita (8B)
 yang akan Bernyanyi Payphone, Love yourself dan Price Tag.
.

Penampilan ketiga adalah kaka kelas kita Yaitu Ka Galeng dari 9E dan Vito dari kelas 8E dan juga Osis. Mereka mempersembahkan lagu dari Avenged Sevenfold yaitu Dear God.

Bintang tamu yang keempat adalah dari Ka Sabrina dan Ka Reva yang menyanyikan lagu Amnesia yang sekaligus menjadi penampilan terakhirnya di SMPIT Thariq bin Ziyad. Karena sebentar lagi mereka akan menjalani Ujian yang akan menentukan masa depan mereka. Kita do’akan ,Semoga saja Ka Galeng, Ka Sabrina dan Ka Reva diberikan Hasil ujian yang memuaskan Ya 
Allah.. Aamiin.

Ga cuma murid loh yang bisa jadi bintang tamu. Guru-guru kami juga bisa. Mereka adalah “SENAPAN”(Senandung Nasyid sedikit Persiapan). Kenapa nama icon nya seperti itu? Katanya sih memang tim ini sedikit persiapannya.. dan memang latihannya hanya beberapa kali saja disela-sela mengajar. Dan bisa dihitung dengan jari. SENAPAN adalah tim khusus yang dibuat Pak Guru yang anggotanya ada Pak Eko Pamuji yang suaranya sangat khas, ada Pak Eko juga, Pak Adi juga ada, suara beliau lantang dan cowo sekali, ada juga Pak Faisal yang menjadi pelengkap semuanya. 
Walaupun kita semua sudah terhibur, tetapi acara ini masih belum selesai sampai sini saja. Masih banyak lagi Kelas-kelas yang akan tampil di Panggung. Untuk pensi sendiri, terdapat juri-juri yang berbeda dari biasanya. 
– Juri yang pertama, yaitu juri yang  mempunyai bentuk fisik yang sedikit berbeda dengan juri yang lain, Unik gitu bentuknya, lucu juga, Itulah beliau… Pak Faisal Guru IPA SMPIT Thariq bin Ziyad.
– Juri yang kedua, yang mukanya imut, masih muda pula, dan punya banyak fans di Sekolah ini. Itulah dia Bu Airen. Guru BP/BK
– Inilah dia Juri yang terakhir, Yang bisa nebak nebak hobby kita, sifat kita, dan tebakannya selalu benar, juri yang dikagumi di sekolah ini… Itulah sosok dari Bu Wiwin… Guru BP/BK
 Berbeda dari biasanya ngga? Nih saya akan bagi fotonya jika kalian penasaran.

Dari paling kanan (Bu Wiwin, Bu Airen, Pak Eko, Pak Faisal)

Untuk Dokumentasi, Kami ada Pak Eko, Tim Osis, dan Tim Media (Pramuka). Setelah Pensi adalah Pengumuman Pemenang-pemenangnya.
Yaitu :
– Drama Sunda
  1. 8A
  2. 8B
  3. 7D
– Menghias Mading
  1. 8A
  2. 8F
  3. 7B
– Kaligrafi
  1. 8B
  2. 8A
  3. 8A
– Recycle
  1. 8B
  2. 7F
  3. 7G
– Workshop Science
  1. 7C
  2. 8F
  3. 8E
– Enterpreneur
  1. 8B
  2. 7C
  3. 7F
– MHQ
  1. 7A
  2. 7D
  3. 8E
– Pildacil
  1. 7A
  2. 7C
  3. 8A
– Speech Contest
  1. 8E
  2. 8A
  3. 7A
– Pentas Seni
  1. 8A
  2. 7G
  3. 7E
  4. 8C
Janganlah pernah PUAS dengan HASIL yang BAIK, karena MASIH ADA yang TERBAIK diantara yang BAIK itu. (ANA)

EduVisit ke Gedung DPR/MPR

Ruang ini adalah Ruang Khusus DPR untuk menerima tamu. (Dhiualhaq Salman Alfarisi)

Jakarta – Eduvisit ke DPR ini merupakan salah satu Program Sekolah untuk mengenal lebih dalam tentang Lembaga-lembaga yang ada di Indonesia ini. Eduvisit kali ini diikuti oleh siswa/i kelas 8 plus siswa/i kelas 9 yang tahun lalu tidak ikut TSO (Thariq Student Outbond). Jumlahnya kurang lebih ada 200 orangi. (19/4/2016).
Dari DPR ada Kak Ara selaku Moderator, Kak Indah selaku Narasumber dan Pak Saiful selaku Ketua Sekjen Humas. Banyak sekali yang mereka sampaikan terkait dengan DPR ini.
Tapi kata-kata yang paling saya ingat dari mereka adalah  “Kita ini cuma Wakil Rakyat, Jadi semestinya Rakyat lebih Cerdas dari Wakilnya.. Kalau Rakyatnya saja udah cerdas, Ya pasti mereka akan memlih yang Terbaik. Jadi ya kita harus membimbing rakyatnya dulu kalau Ingin Pemimpinnya bagus.”

Bagi kalian yang mau terjun ke dunia Politik terutama menjadi Anggota Dewan ada beberapa syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Yaitu ;
– Apakah kalian Warga Negara Indonesia? (Ya/ Tidak)
– Apakah kalian sudah mencapai Pendidikan minimal SMA? (Ya/Tidak)
– Apakah Usia Kalian sudah menginjak 21 Tahun? (Ya/Tidak)
– Apakah Kalian sehat secara Jasmani dan Rohani? (Ya/Tidak)
– Apakah Kalian sudah tergabung dalam Partai Politik? (Ya/Tidak)

Bagi kalian yang berhasil menjawab seluruhnya dengan “YA” maka kalian berhak untuk menjadi Anggota Dewan. Tetapi jika ada satu saja pertanyaan yang di jawab dengan “TIDAK” Maka mohon maaf kalian kurang bisa memenuhi syarat untuk menjadi Anggota Dewan.

Kalian tidak perlu takut untuk terjun ke Dunia Politik. Karena Dunia Politik tidak seluruhnya kotor. Jadilah pemimpin Yang bisa memimpin rakyatnya seperti zaman khalifah-khalifah Islam. Kita bisa mencontoh sifat-sifatnya seperti Pemberani, Adil, Tegas, Bertangguh Jawab, dan lain sebagainya.

“Tidak ada artinya Islam tanpa ada jamaah dan tidak ada jamaah tanpa ada pemimpin dan tidak ada pemimpin tanpa ada Ketaatan” (Umar Bin Khattab). 

– Andre Naufal Azmi 8E –

WORKSHOP SAINS & MATEMATIKA di MALAYSIA

ENERGY KECERIAAN

Sukarno Hatta satu April 2016 pukul 05.30 mulai ramai. Wajah-wajah cerah dan celoteh riang menggambarkan  kegembiraan orang orang yang yang lalu lalang, tak terkecuali rombongan saya, para pejuang pendidikan.
Terbit tanya dalam hati saya :
Seriang inikah mereka sehari – hari ?
Kenapa mereka kelihatan riang, karena sejenak bisa meletakkan beban ataukah karena melihat di depan ada harapan ?
Saya yakin karena ke duanya. Dan alangkah dahsyatnya jika keduanya bisa kita hadirkan kapan saja di mana saja, tidak harus di bandara tidak harus ketika hendak bepergian saja. SELALU MELIHAT ‘ADA HARAPAN’ dan SEJENAK MELETAKKAN ‘BEBAN’ insyaAlloh energi pejuang tidak akan pernah padam.
GENTING HIGHLAND
1 April pukul 16.00 kami sampai di Genting.
Kota mini di puncak pegunungan yang sunyi dengan fasilitas kesenangan yang memanjakan; gondola, mainan anak, musik, spa,pub, minuman berarak dan konon perjudian, semua ada di disini.
Walau secara fisik tempat ini sangat bagus, tapi sejatinya tidak istimewa juga, karena di tempat lain juga ada. Lalu, apa yang istimewa dan bisa diambil dari area kesenangan ini? Spirit Mimpi !
Ya tempat ini mengajarkan kepada kita pentingnya ‘spirit MIMPI’ , dimana mimpi dikonstruksi menjadi serangkaian ‘aksi’ yang penuh energi dan mengahasilkan ‘bukti’.
Bayangkan, Goh Tong penjual bibit tanaman dari cina daratan yang sedang kesusahan merantau ke negeri melayu, dengan spirit mimpi, berhasil mengubah bukit sunyi menjadi kota mini yang selalu dikunjungi.
Jadi bagaimana dengan  kita, pendidik yang sedang bermimpi mengubah bumi dengan peradaban yang lebih islami ?
Mari kita ambil SPIRIT MIMPI. Kita konstruksi mimpi menjadi aksi yang nyata, insyaAlloh mimpi kitapun akan menjadi nyata. Islam dan umatnya jaya di dunia.
TWIN TOWER PETRONAS
2 April 2016, sehari penuh kami berada si area ini, untuk dua agenda ; WorkShop Pembelajaran Sains dan jalan -jalan menikmati produk sains.
Naik kereta cepat. Pukul 9 pagi kami sudah sampai di lokasi dan langsung masuk ke ruang pembelajaran yang terletak di kaki menara  ‘Petronas’,  tepatnya lantai 6 menara pendamping Twin Tower.
PETRONAS SAINS. Tidak terlalu luas tempatnya, karena memang hanya memgambil satu sudut saja dari lantai 6 yang didominasi tempat  perbelanjaan dan hiburan. Tapi ada yang luar biasa di sini, yang sangat jarang saya temukan di sekolah-sekolah dinegeri saya Indonesia…KEGEMBIRAAN…ya kegembiraan. Tepatnya  KEGEMBIRAAN DALAM PEMBELAJARAN.
Di Petronas Sains saya lihat temen teman saya begitu tampil alami. Apalagi dalam sesi Simulasi Pembelajar Sains yang menyenangkan. Mereka begitu gembira, penuh tawa, betul-betul kembali  menjadi siswa SD, SMP atau SMA. Dalam hati saya berdoa, Ya Alloh, semoga mereka akan tetap seperti ini ketika bersama siswa-siswa mereka. Gembira dalam pembelajaran, semoga mereka dapat meletakkan ‘beban’ dan selalu mendapatkan inspirasi untuk berkreasi dalam pembelajaran sehingga bisa menggabungkan kembali dua hal yang selalu terpisah di sekolah yakni SERIUS dan KEGEMBIRAAN. Sebab jika keduanya  bisa mereka hadirkan dalam setiap pembelajaran, insyaAlloh SIT akan selalu dalam kejayaan.
BELANJA JIWA
Petrosains dan Pasar Seni.
Dalam rangkaian workshop kali ini, kedua tempat ini  sangat penting, karena keduanya merupakan Pusat Sains. Petronas Sains sebagai pusat Teori Sains dan Pasar Seni sebagai Pusat Produk Sains.
Jadi mengunjungi keduanya kami seperti dibawa menyusuri LORONG SAINS. Dari ujung ‘Teori’ sains, produk ‘Sarana’ sains sampai produks ‘Komsumsi’ sains.
Diakhir sesi Petrosains saya betul-betul gembira, puas dan semakin yakin  SIT akan bertambah jaya karena  para guru saya lihat begitu antusias mengikuti semua program. Bahkan testimoni mereka menggambarkan telah terjadi  Revolusi Mental saintis pada diri mereka. Dimana mereke melihat sains begitu natural : BERGUNA, SEDERHANA dan MENYENANGKAN. Dan mereka akan mengajarkan itu semua kepada siswa-siswanya. Luar Biasa. Betul-betul saya melihat awal kebangkitan Sains Indonesia.
Sore hari setelah dipuaskan mata dan jiwa saintis kami dengan segala macam teori pembelajaran dan  simulasi sains, kami kunjungi Pusat Produk Produk Sains. Pasar Seni.


Di sini berbagai produk sains tersedia, bahkan bisa kita beli.  Walau  sudah mulai lelah, saya lihat kegembiraan dan antusias peserta  masih ada, bahkan kembali bersemangat lagi. Saya yakin karena mereka teringat dengan anak, istri/suami dan teman- teman di negeri sendiri. Sehingga semua ingin dibeli sebagai oleh-oleh pengikat hati.
Dalam hati saya bertanya :
Apa yang ada dalam benak mereka ketika melihat dan membeli ?
Masih adakah pertanyaan :
Bagaimana dasar teorinya..?
Bagaimana dibuat..?
Untuk apa fungsinya..?
Bisakah saya buat yang sama atau lebih baik dari ini semua ?
Atau..
Hanya sekedar
Ini baik, murah dan tidak ada di negeri  saya  jadi…  Saya beli saja!
Saya yakin, bukan yang terakhir yang ada di benak mereka. Karena tujuan utama bukanlah sekedar untuk belanja cindera mata, tapi BELANJA JIWA.
Sehingga oleh2 kita adalah jiwa. Ya JIWA SAINTIS, dimana dengannya  akan kita bangkitkan umat ini untuk menjadi Produsen bukan Konsumen.
Sehingga Islam kembali jaya di dunia.


Senin 4 April pukul 08.00 kami sampai di ADNI Islamic School.
Disini tidak saya saksikan kemegahan gedung sekolah, pun tidak kesejukan lingkungan. Tapi saya saksikan kemegahan pemikiran dan kesejukan jiwa. Percaya Diri, Berani, Optimis, Visioner, berpikir Out of The Box dan Ikhlas. Disini transformasi sudah dimulai. Pendidikan tidak lagi diukur dengan usia biologis seseorang tapi dari kemampuan. Karena kemampuan tidak selalu seiring dengan bertambahnya bilangan. Bukankah Alloh sampaikan ‘baligh’ pada usia yang berbeda untuk setiap orang? Bukankah baligh adalah fenomena perkembangan jiwa seseorang ? Kalau usia baligh mereka berbeda kenapakah taraf pendidikan mereka musti kita samakan ?
Di sini, pendidikan juga tidak lagi berpusat di akal ataupun ketrampilan, tapi di HATI.
Dan Pendidikan tidak lagi diarahkan untuk ‘kesuksesan’ tapi KEBERKAHAN, sehingga keikhlasan harus menjadi dasar dalam pengelolaannya.
GERBANG KEJAYAAN
Masjid Putra Jaya. 5 April 2016 Jam 2 siang, kami sampai si area masjid ini. Subhanalloh, megah luar biasa. Berdiri di pinggir sungai nan jernih. Masjid ini bak istana raja di negeri dongeng. Kira-kira lima puluh  meter didepannya, berdiri gerbang besar dan juga indah  menambah kewibawaan rumah ibadah ini. Jika hendak turun ke pelataran bawah, dimana pengunjung bisa menikmati panorama sungai dan jembatan yang juga sangat indah, sambil makan, minum teh tarik ataupun es krim di restoran, disediàkan tangga dan eskalator sebelah kanan gerbang. Gerbang besar juga berfungsi sebagai pembatas wilayah khusus dan kebebasan. Saya namai demikian karena disisi dalam sebelah kanan tepatnya disebelah kedai cindera mata, ada pos kesopanan, yakni tempat pemakaian baju ‘sopan’ bagi pengunjung wanita. Baju panjang  bertudung (jamper) warna merah hati yang dipinjamkan secara free.

Siang ini banyak sekali turis datang. Dari pakaiannya tidak semuanya muslim. Saya lihat banyak turis wanita cina yang berpakai sekenanya; celana sangat pendek, baju tanpa lengan dan transparan. Dengan senang hati mereka mampir ke pos dan merangkapkan seragam kesopanan.
Menakjubkan ! Mereka terlihat enjoi saja. Penasar saya ingin menguji, saya dekati  dan mengambil gambarnya, luarbiasa, mereka betul-betul senang, bahkan pasang gaya. Mungkin karena mereka merasa mendapatkan pengalaman unik. Berpakaian tertutup dan sopan, jadi semua itu hanyalah pengalaman budaya. Tapi apapun alasannya, bagi saya pemandangan itu menjadi bukti bahwa :
Jika kita berjaya, mereka akan ikut kita.
Jika kita punya harga diri, mereka akan menghormati.
Jika kita teguh memegang nilai, kita akan bernilai.
Dan di sini, di masjid Putra Jaya, saya saksikan Islam telah jaya dan orang-orang tunduk kepada mau kita walau masih di area yang sempit saja.
Saya yakin ke depan, dengan kerja keras kita, dengan da’wah pendidikan kita, dengan JSIT kita, kejayaan Islam akan mendunia !
Bismillah kita bisa !
Blue Arrow Strategy by Ery Masruri.

JSIT INDONESIA