Thursday, 06 Oct 2022
  • Selamat Datang di website resmi SMPIT Thariq bin Ziyad
TUTUP MENU

PERSAMI mengajarkan kami tentang kerendahan hati dan persaudaraan

Pukul 17.30 WIB hujan turun dengan derasnya di Gunung Bunder. Mengguyur, membasahi dan membanjiri area kemah kami. Seakan menyapa ketangguhan Pasukan Inti Terpadu (PINTER) Pramuka SMPIT Thariq Bin Ziyad. Padahal belum kering keringat kami semenjak turun dari Truk Tronton dan harus mendaki jalan terjal berbatu untuk sampai lokasi kemah. Bendera Merah Putih pun sudah menunggu untuk segera dikibarkan dalam upacara pembukaan PERSAMI sore itu sebelum hilang lelah kami mendirikan tenda dan gapura. Kesombongan manusia tiada banding dengan kebesaran Allah yang telah menyapa kami dengan siraman rahmatNya sehingga sampai pukul 20.00 WIB hujan masih belum reda dan menguji ketahanan fisik kami. Hujan deras sore hingga malam itu telah mengajarkan kami tentang kerendahan hati.






  



 Ditengah hujan yang mengguyur sayup-sayup terdengar lantunan muroja’ah Al-Qur’an. Suara tetesan hujan dan petir yang menyambar bersinergi membentuk orchestra keSHOLEHan sahut-menyahut seirama dengan ayat-ayat yang mengalir dari lisan anggota PINTER. Dan semua dilakukan tanpa instruksi dari kakak Pembina. Sholeh dan Cerdas tetap menjadi bagian dari kegiatan kami.


Semua tenda yang kami bangun sore itu porak-poranda akibar banjir. Suasana seperti di kamp pengungsian korban bencana, becek, basah, dingin, gelap, lelah, sementara hujan tak kunjung reda. Sebagian dari kami sibuk membuat parit darurat untuk mengatasi air yang semakin deras mengalir. Sebagian lagi menyelamatkan barang bawaan, tak peduli milik siapa yang penting aman dari air. Kakak Pembina membantu mengatur dan mengevakuasi para anggota PINTER agar tetap aman dan nyaman ditengah kondisi yang sudah kacau balau sambil tetap memberikan motivasi dan semangat ketangguhan. Sebuah pengalaman yang amat berharga tentang ketangguhan. Karena tak ada satupun guru yang membantu dalam kondisi darurat kala itu kecuali kakak Pembina, karena memang demikianlah yang ingin diajarkan kepada kami. Pantang menyerah, tidak mudah mengeluh, saling membantu, saling memberikan semangat, dan masih banyak lagi pelajaran berharga yang kami dapatkan malam itu. Thanks to Allah who give us amazing experience about life.

Walau lelah kami ingin tetap menghibur teman-teman. Maka jadilah kegiatan api unggun dan haflah tetap kami laksanakan pukul 21.00 WIB setelah hujan benar-benar reda. Lelah tidak membuat semangat kami padam namun tetap berkobar menyala seiring dengan kobaran api unggun yang telah mengusir rasa dingin dan kembali membakar semangat kami. Namun, tubuh tetap harus mendapatkan haknya untuk beristirahat, malam itu sebagian besar dari kami tidur dihantarkan hangatnya sisa-sisa api unggun. Situasi kacau balau yang kami alami serta kegiatan api unggun telah mengajarkan kami tentang persaudaraan.



Keesokan paginya seluruh agenda yang direncanakan kakak Pembina berjalan dengan baik. Rahmat Allah dengan memberikan cuaca cerah pagi itu mendampingi seluruh aktifitas kami. Air terjun menjadi agenda pertama kami pagi itu selepas Sholat Shubuh berjama’ah dan Ma’tsurat. Walau tidur kami terbatas akibat dingin yang menusuk hingga ke tulang sumsum namun terbayarkan dengan segarnya percikan air terjun. Setelah puas bermain dan mandi di air terjun kami lanjutkan dengan memasak untuk sarapan. Nilai-nilai persaudaraan kembali tertanam manakala kami harus bersama-sama memasak sekaligus untuk satu pasukan karena hanya satu kompor yang dapat menyala sehingga kami rasakan betul indahnya kebersamaan. Agenda selanjutnya adalah pengujian dan pengisian SKU (Syarat Kecakapan Umum). Walaupun kakak Pembina telah bersusah payah memberikan motivasi sebelum pelaksanaan Persami ditambah melengkapi materi dan teknik kePramukaan pada saat Persami walhasil hanya 7 orang putra dan 1 orang putri yang dapat dilantik menjadi Penggalang Ramu pada kegiatan kami kali ini.














Persami yang dilaksanakan di areal Perkemahan Gerbang Kawah Ratu, Bogor pada tanggal 14-15 Mei 2011 diakhiri dengan upacara penutupan sekaligus pelantikan 8 orang Penggalang Ramu, penyematan TKK (Tanda Kecakapan Khusus) Berkemah kepada seluruh peserta Persami dan beberapa TKK lain kepada anggota PINTER yang telah memenuhi Syarat Kecakapan Khusus (SKK) serta pelantikan Pratama (Pemimpin Regu Utama), Pinru (Pemimpin Regu) dan Wapinru (Wakil Pemimpin Regu) yang baru.



Salam Pramuka …!!!

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR