Sunday, 02 Oct 2022
  • Selamat Datang di website resmi SMPIT Thariq bin Ziyad
TUTUP MENU

MUI: Ikut Pramuka Lebih Bermanfaat dari Rayakan Valentine

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan, mengatakan, mengikuti kegiatan positif seperti Pramuka, lebih bermanfaat daripada merayakan Hari Valentine.

Menurutnya, sejumlah kegiatan positif dapat mengalihkan remaja dari dampak negatif valentine. “Pramuka memberikan efek kreatif, terampil, disiplin, dan cekatan, tidak seperti Valentine,” jelas Amirsyah, saat dihubungi ROL, Kamis (5/2).

MUI, kata dia, menghimbau agar remaja banyak-banyak melakukan kegiatan positif di sekolah. Sebab menurutnya, kegiatan positif dapat mengolah kepekaan untuk mengetahui budaya mana yang baik dan budaya mana yang tidak baik untuk dilakukan.

Budaya Valentine menurutnya termasuk ke dalam budaya yang tidak semestinya dilakukan remaja. “Ada pelatihan softskill dalam kegiatan sekolah untuk mengolah rasa dan melahirkan hal-hal yang positif,” ujarnya.

Ia mengakui sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam membimbing generasi muda. Sekolah dapat membantu dan mengarahkan anak-anak didik dan menyediakan kegiatan-kegiatan berkualitas. Sebab anak usia sekolah mayoritas masih memiliki semangat yang tinggi.

Selain itu, MUI juga mengajak orang tua untuk mendidik anak-anak mereka hingga menjadi anak-anak yang sholeh dan berbakti. Dengan demikian, anak-anak yang telah dipupuk keimanan sejak dini akan terhindar dari hal-hal negatif yang berbau budaya Barat. 

REPUBLIKA.CO.ID, Hari Valentine atau hari kasih sayang yang jatuh setiap 14 Februari memiliki sejarah panjang yang erat hubungannya dengan masyarakat nasrani. Dilansir dari nu.or.id, kata ‘Valentine’ sendiri diambil dari seorang pendeta yang bernama St Valentine.

St Valentine adalah seorang pemuda bernama Valentino yang kematiannya terjadi pada 14 Februari karena dieksekusi oleh Raja Romawi, Claudius II. Eksekusi dilakukan karena Valentino menentang ketetapan raja dengan menolak wajib militer dan mendukung pernikahan. Karena pada saat itu aturan yang ditetapkan adalah boleh menikah jika sudah mengikuti wajib militer.

Aturan ini berawal dari kesulitan pemerintahan Romawi merekrut pemuda dan para pria sebagai pasukan perang. Padahal, pada masa itu pemerintahan dalam keadaan perang dan sangat membutuhkan tenaga sebagai prajurit. Sang Kaisar menganggap kesulitan ini berasal dari keengganan mereka meninggalkan kekasih, istri, dan keluarganya. Oleh karenanya, Kaisar mengeluarkan peraturan yang melarang pernikahan, karena pernikahan dianggap sebagai salah satu penghambat perkembangan politik Romawi. Peraturan ini kemudian ditolak oleh St Valentine sehingga ia dihukum mati pada tanggal 14 Februari 270 M.

Bagi pihak gereja, tindakan St Valentine tersebut dianggap benar karena telah melindungi orang yang menjalin cinta. Sehingga dia dinobatkan sebagai pahlawan kasih sayang. Hari inilah yang diabadikan oleh gereja sebagai hari Valentine dan dijadikan momentum simbolik pengungkapan kasih sayang oleh masyarakat nasrani.

Pada abad ke 5 M, tepatnya tahun 494 M, Paus Glasium I menetapkan 14 Februari sebagai peringatan hari kasih sayang atau hari valentine. Sehingga, Paus Glassium I dikenal sebagai pelopor peringatan Valentine’s Day.

Perayaan hari valentine merupakan tindakan yang menyerupai orang-orang non muslim, akan tetapi pada kenyataannya tidak sedikit generasi muda muslim yang tidak paham terhadap agamanya hingga ikut ambil bagian dalam perayaan tersebut.

Maka, benarlah apa yang disabdakan Rasulullah, “‘Sesungguhnya kalian akan mengikuti jalan (cara hidup) orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, bahkan seandainya mereka memasuki lubang biawak pun, tentu kalian akan mengikutinya.’ Kami (para sahabat bertanya), ‘Wahai Rasulullah apakah mereka itu Yahudi dan Nashrani ?’ Beliau menjawab, ‘Siapa lagi kalau bukan mereka.'” (HR. Bukhari)

Jadi apakah umat Islam masih mau ngerayain Valentine? 
sumber : 

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/15/02/05/njawki-mui-ikut-pramuka-lebih-bermanfaat-dari-rayakan-valentine

http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/15/02/09/njhrrg-asal-usul-perayaan-hari-valentine-ternyata-berkait-dengan-nasrani

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR