Sunday, 02 Oct 2022
  • Selamat Datang di website resmi SMPIT Thariq bin Ziyad
TUTUP MENU

WISUDA HAFIZH QUR’AN 2016 SMPIT TBZ

Wisudawan yang sedang duduk rapi sambil berdoa dan berdhikir (Dhiaulhaq Salman)


SMPIT Thariq bin Ziyad – Wisuda Al-Qur’an merupakan acara yang diselenggarakan sekolah untuk memberi motivasi lebih dan penghargaan kepada siswa-siswi yang sudah menghafalkan Al-Quran nya dalam setahun. Karena memang acara ini diselenggarakan setiap setahun sekali di Lapangan SMPIT Thariq bin Ziyad. Wisuda kali ini bertemakan “Al-Qur’an Benteng Utama dari Dekadensi Moral”. yang akan dibicarakan oleh Ustadz Dr. H. Atabik Luthfi, Lc, MA. (21/05/2016)
Wisuda Al-Qur’an ini dimulai dengan Tilawah oleh beberapa sahabat kita yaitu Sarah kelas 7A yang membacakan Surah An-Naba, Lutfi (8F) Surah Al-Muzzamil, dan Ka Nadia (9A) Surat Ar-Rahman. 
Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang mereka bacakan membawa hawa-hawa positif bagi kami yang menyebabkan kami menjadi lebih bersemangat dan tidak ngantuk tentunya. Karena acara selanjutnya adalah Tausiyah dari Ustadz Atabik Luthfi.
Sebelum beranjak kesitu, mungkin dari kalian masih banyak yang belum mengerti apasih  “Dekadensi Moral” itu. Dekadensi Moral itu adalah suatu bentuk penurunan sikap atau moral yang disebabkan oleh faktor-faktor tertentu. Seperti Pengaruh Budaya Asing yang tak baik, salah bergaul, media-media yang merusak otak, pesatnya perkembangan teknologi, dan kurangnya pengetahuan agama.
Kenapa pesatnya perkembangan teknologi itu bisa menyebabkan Dekadensi Moral? Karena disamping banyaknya manfaat yang ada, teknologi bisa menjadi penghancur umat Islam secara tidak langsung. Kita ambil contoh saja, dulu anak-anak muda setelah sholat magrib sibuk mengaji, tapi sekarang mereka lebih sering memegang gadgetnya daripadanya Qur’annya. Itu hanya sedikit contoh bahwa teknologi dapat menyebabkan Dekadensi Moral.
Di Tausiyah Ustadz Atabik Luthfi, beliau menyampaikan bahwa 
“Al-Qur’an merupakan Hisnul Hasyim yang berarti bentengnya para benteng. Itu terdapat dalam Surah Asy-Syura ayat 52, ‘Dan demikianlah kami wahyukan kepadamu wahyu (Al-Qur’an) dengan perintah kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al-Kitab (Al-Qur’an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi kami jadikan Al-Qur’an itu cahaya, yang tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki diantara hamba-hamba kami. Dan sesungguhnya kami benar benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus’ Jadi selain kita harus menghafalkannya kita juga harus memahami isi kandungan dari Al-Qur’an tersebut”
Setelah itu ada beberapa sambutan dari kepala sekolah SMPIT Thariq bin Ziyad , Pak Kalimi. Kata-kata beliau yang paling saya ingat adalah “Menghafal itu gampang, cuma.. ‘menjaga’ hafalan itulah yang susah. Jadi bapa mengingatkan kepada semua yang ada disini, Ayoklah sama-sama mungkin abis magrib atau yang penting pas dirumah lah. Setor hafalan yang sudah kalian hafalkan ke orang tuamu. Orang tua juga dimohon kerjasamanya karena ini penting sekali”
Tak begitu berbeda dengan “Thariq Carnival” di Wisuda Qur’an kali ini juga ada loh bintang tamu nya. Ya tentunya masih yang berbau islami islami gitu. Inilah dia saya perkenalkan bintang bintang tamunya.
– Bintang Tamu yang pertama datang dari kelas 8A.
 
Dari kiri ke kanan ( Sasha, Hanaa, Zamaya, Enggar, Nida ) Mereka bersenandung Asmaul Husna. 

– Bintang tamu yang kedua datang dari kelas 8B. 
Dari kiri ke kanan ( Nyimas, Okta, Salsabila ) Mereka membawakan nasyid yang berjudul “Demi Matahari”

Setelah ada bintang tamu itu, tibalah kita ke penghujung acaranya. Yaitu Prosesi Wisuda tahun 2015/2016. Tidak susah, kita hanya duduk rapi seperti biasa dan menunggu nama kita dipanggil.  Bergiliran dari yang Hafalannya 1 Juz ( 30-29-27-28-1 ), 2 Juz ( 30&29, 29&27, 27&1, 28&1 ), 3 Juz, 4 Juz, 5 Juz, 6 Juz, Bahkan ada yang hafalannya sampai 7 Juz loh. Subhanallah sekali siswa-siswi SMPIT Thariq bin Ziyad ini. 

Setelah prosesi wisuda ada Ustadz Nur Kosim yang akan memimpin janji atau ikrar. Peserta dimohon untuk berdiri dan mengikutinya. Kemudian ada Pak Ma’mun Salman , Pak Kalimi, dan Ustadz Nur Kosim yang akan memberikan beasiswa untuk siswa-siswi yang berprestasi dalam hal menghafal Qur’an
Diantara beasiswa beasiswa berikut ada :
– Rp. 1.000.000,- Untuk yang hafalannya sudah 3 Juz
– Rp. 2.000.000,- Untuk yang hafalannya sudah 4 Juz
– Rp. 3.000.000,- Untuk yang hafalannya sudah 5 Juz
– Rp. 4.000.000,- Untuk yang hafalannya sudah 6 Juz
– Rp. 5.000.000,- Untuk yang hafalannya sudah 7 Juz.
Dan diantara semua itu ada yang hafalannya terbaik, dan juga tercepat dalam setahun. Ini dia nama-namanya :
– Juz 30, dengan total nilai sebesar 495, diraih oleh Muhammad Faiq Ilhaq 7E
– Juz 29, dengan total nilai sebesar 498, diraih oleh Izzan Musyafa 7H
– Juz 27, dengan total nilai sebesar 495, diraih oleh Sarah 7A
– Juz 2 , dengan total nilai “500′! , diraih oleh Ka Ashila 9A.
Waw, Subhanallah bukan? nilai-nilai ini diambil dari beberapa sisi, Untuk “Makhroj” diberi poin 20, Mad poinnya 15, Ghunnah poinnya 15, Lancar poinnya 50. Dan ada 3 sesi untuk diuji saat sertifikasi.
Yaitu ada :
– Membaca Surat Pilihan, disini kita bisa memilih terserah surah apa yang akan kita baca sampai si penguji memberikan isyarat stop.
– Melanjutkan ayat, disini kita akan diberi soal yang ayatnya berada di awal Juz, Tengah, Juz, dan Akhir Juz. 
– Yang terakhir adalah melanjutkaan Surah. Disini kita akan dites akhir ayat dari sebuah surah, dan kita harus melanjutkan ke surah berikutnya.
 
Dengan Hafalan tercepat dalam setahun disini ada Sarah dari kelas 7A.
Dia menghafal 3 Juz dalam setahun dan dia masih kelas 7. Bayangkan saja setahun bisa 3 Juz, jika dia masih ada 2 tahun lagi di Thariq, dia bisa menghafalkan 9 Juz untuk 3 tahun. Semoga dia bisa konsisten dalam menghafal Qur’an Ya Allah.. Aamiin
Mau tau ga si rahasianya apa? Dia sempat bilang kalo “Saya menghafal setengah halaman tiap harinya, dan motivasi saya selama menghafal adalah sangat sangat ingin membanggakan orang tua saya dengan menjadikan saya seorang Hafidhul Qur’an “
Subhanallah…
” Yok sama-sama Perbanyak hafalan Qur’an… Gapeduli tua atau muda selagi masih ada kesempatan, mau tunggu apalagi? ” 
(ANA)

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR