Wednesday, 08 Dec 2021
  • Selamat Datang di website resmi SMPIT Thariq bin Ziyad

Hybrid Learning di masa PTMT

Bekasi  (19/10) – SMPIT Thariq Bin Ziyad telah menggelar Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) selama beberapa pekan ini. Pelaksanaan PTMT telah dimulai sejak tanggal 28 September 2021. 

PTMT dilaksanakan dengan standar protokol kesehatan (prokes) sesuai aturan, diantaranya penyediaan tempat cuci tangan di berbagai tempat,  hand sanitizer di setiap kelas, dan pemasangan poster  dari satgas COVID sekolah yang mudah terbaca oleh peserta didik. 

Kegiatan pembelajaran selama masa PTMT  dilaksanakan dengan model pembelajaran Hybrid Learning. 

Kepala SMPIT Thariq Bin Ziyad yaitu H. Nur Kosim, Lc  mengatakan bahwa pola ini diterapkan agar peserta didik yang mendapat jadwal di rumah tetap bisa mendapatkan pembelajaran secara efektif dan efisien.

“Guru-guru yang mengajar dengan konsep ini pun sudah bagus, ” ujarnya. 

Bentuk pembelajaran Hybrid Learning merupakan kombinasi antara pembelajaran tatap muka dengan  pembelajaran daring. Hybrid yang dimaksud adalah pembelajaran tatap muka dilakukan secara rotasi dengan jumlah siswa 50 persen.

Misalnya, dari jumlah siswa 32 orang menjadi 16 orang per pertemuan tatap muka di kelas. Sisanya mengikuti kelas pembelajaran daring atau luring, dan bergantian.

Ibu Annisa’a Sholehati sebagai Wakil Kesiswaan SMPIT Thariq Bin Ziyad telah membagi peserta didik dalam setiap kelas menjadi dua kelompok.

“Ini sesuai arahan Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi agar sekolah yang melakukan PTMT  di setiap kelas dibagi menjadi dua kelompok untuk menghindari kerumunan,” jelasnya.

Bapak Agus Mawardi, M.Pd. selaku Wakil Kurikulum memaparkan ada beberapa hal yang dilakukan guru untuk model pembelajaran Hybrid Learning ini.

“Guru melakukan live event  sebagai pembelajaran langsung atau tatap muka yang dilakukan secara sinkron (syncronus) dalam waktu dan tempat yang sama. Bisa juga waktu yang sama dengan tempat berbeda,” paparnya.

“Pembelajaran  asinkron (asynchronous) adalah pembelajaran yang dilakukan secara tunda, maksudnya pembelajaran yang tidak harus sama-sama online akan tetapi dilakukan dengan LMS (Learning Management System), yaitu materi sudah dipersiapkan di google classroom,” lanjutnya.

Pembelajaran tatap muka dilakukan secara langsung di dalam kelas. Pembelajaran secara daring dilakukan untuk memfasilitasi interaksi daring dengan google workspace for education. Guru masuk ke alamat situs yang sudah ditentukan, kemudian memasuki kelas virtual di google meet.

Di kelas virtual inilah, siswa yang mendapat giliran BDR (Belajar Dari Rumah) mendapatkan pengalaman belajar yang sama dengan di kelas. 

Pemberian materi pelajaran dilaksanakan secara langsung di kelas dan secara daring dengan papan tulis digital bisa berupa slide yang ditampilkan di layar dan ditampilkan juga di kelas virtual dengan share screen.

Jika ada tugas kelompok antar siswa  dapat dikerjakan langsung di google slide atau google docs secara kolaborasi, sedangkan tugas individu diberikan di google classroom.

Eli Amalia – Tim Media SMPIT Thariq Bin Ziyad

Post Terkait

23 Oct 2018

Laboratorium TIK

0 Komentar

KELUAR