Sunday, 05 Feb 2023
  • Selamat Datang di website resmi SMPIT Thariq bin Ziyad
TUTUP MENU

Memaknai Pergantian Waktu

Bekasi(5/1/2023)- Sahabat Thariq yang dirahmati Allah, Bagaimana kabarnya di awal tahun 2023 ? Semoga semua senantiasa sehat dan dimudahkan dalam menjalani semua urusan. Alhamdulillah kemarin kita semua diizinkan Allah SWT untuk memasuki tahun 2023. Walaupun sejatinya pergantian tahun bagi umat muslim adalah bulan Muharram, namun tidak ada salahnya kita mengambil hikmah dari pergantian waktu sehingga nantinya kita dapat memaknai pergantian waktu dengan tepat.

Waktu merupakan salah satu nikmat Allah yang diberikan kepada makhluknya. Namun bagi manusia yang Allah berikan akal dan nafsu seringkali banyak lalai dan salah mengatur waktunya. Sehingga waktu yang seharusnya dapat menghasilkan amal sebagai bekal, nyatanya hanya berlalu begitu saja tanpa kebaikan bahkan cenderung bertambahnya keburukan.

Sifat waktu bisa dikategorikan dua yaitu menuntun dan menuntut. Bagi orang beriman, mereka menyadari bahwa hidup didunia hanya sementara untuk mengumpulkan amal kebaikan sebagai bekal untuk kehidupan yang kekal. Sehingga waktu yang dimiliki akan menuntunnya untuk senantiasa berada dalam kebaikan. Di sisi lain, waktu juga akan menuntut orang beriman untuk istiqomah dan disiplin dalam beribadah sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.

Namun bagi orang materialistis dan hedonis, waktu yang dimiliki juga akan menuntun mereka untuk terus larut dalam kemegahan, kemewahan, dan pergaulan yang tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Bahkan waktu yang dimiliki akan terus menutut agar mereka terus mengejar materi supaya terpenuhinya hasrat akan kemegahan, kemewahan, dan pergaulan yang tidak sesuai syariat. Naudzubillah.

Olehkarenanya, hakikat waktu bukan hanya pergantian tahun namun juga setiap pergantian bulan, pergantian hari, pergantian jam, pergantian menit, bahkan pergantian detikpun adalah momen pergantian waktu yang harus menjadi perhatian bagi seorang muslim.

إِنْ يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِثْلُهُ وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاءَ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ (140)

Artinya: Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada’. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim. (QS. Ali Imran : 140)

Hikmah Pelajaran :

  1. Pergantian waktu adalah sunnatullah
  2. Pergantian waktu esensinya bukan pada perubahan waktu yang bersifat riil, namun kepada perubahan sifat dan sikap. Waktu seringkali mengubah sifat dan sikap. Sifat dan sikap kita hari senin tentu berbeda dengan hari Jum’at. Yang paling penting adalah kita harus memastikan perubahan sikap dan sifat yang terjadi hendaknya senantiasa ke arah yang lebih baik.
  3. Pergiliran yang sesungguhnya bukanlah waktu, sebab hampir semua waktu standarnya sama. Tetapi yang dipergilirkan adalah ahwwalun naas (muda-tua, golongan hitam-golongan putih). Sabda Rasulullah SAW :

اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

Dari Amru bin Maimun bin Mahran sesungguhnya Nabi Muhammad shallallah ‘alaihi wa sallam berkata kepada seorang pemuda dan menasehatinya, “Jagalah lima hal sebelum lima hal. (1) Mudamu sebelum datang masa tuamu, (2) sehatmu sebelum datang masa sakitmu, (3) waktu luangmu sebelum datang waktu sibukmu, (4) kayamu sebelum miskinmu, (5) hidupmu sebelum matimu.

Semakin bertambahnya usia seorang mukmin, hendaknya ia semakin bijak. Ketika kita menjumpai orang yang lanjut usia sering kita lihat banyak ciri fisik yang menurun. Ada emas di giginya, ada Perak di rambutnya, ada kristal di ginjalnya, ada Gas diperutnya, ada minyak di darahnya, ada Gula di air seninya, ada Kapur di tulangnya, ada Pasir di empedunya, Bahkan ada Cincin di jantungnya.

Olehkarenanya pergantian waktu berarti semakin berkurangnya jatah kehidupan. Makin dekat dengan ajal. Seorang mukmin hendaknya segera tetapkan tujuan hidup, segera bertaubat, dan bersegera berbekal untuk kehidupan yang kekal dengan hanya berharap ridha Allah SWT.

Sumber : Artikel (alm) Ust. Muhammad Ma’mun Salman, M.Pd.I

Ditulis ulang oleh : Tim Humas LPIT TBZ

Simak video : Rahasia Manajemen Waktu Dalam Islam

KELUAR